Tampilkan postingan dengan label OASE JIWA. tentang buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OASE JIWA. tentang buku. Tampilkan semua postingan

Minggu

Menulis, dari Makna hingga Daya



kata-kata kita menjelma boneka lilin
saat kita mati untuk memperjuangkannya
kala itulah ruh kan merambahnya
dan kalimat-kalimat itupun hidup selamanya
-Sayyid Quthb-
Menulis adalah mengikat jejak pemahaman. Akal kita sebagai karunia Allah ‘Azza wa Jalla, begitu agung dayanya menampung sedemikian banyak data. Tetapi kita kadang kesulitan memanggil apa yang telah tersimpan lama. Ilmu masa lalu itu berkeliaran dan bersembunyi di jalur rumit otak. Maka menulis adalah menyusun kata kunci untuk membuka khazanah akal; sekata menunjukkan sealinea, satu kalimat untuk satu bab, sebuah paragraf mewakili berrangkai kitab. Demikianlah kita fahami kalimat indah Imam Asy-Syafi’i; ilmu adalah binatang buruan, dan pena yang menuliskan adalah tali pengikatnya.
 

Menjaga, Menata, lalu Bercahaya



Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
 

Selasa

Keutamaan Sabar Menghadapi Cobaan


Oleh
Majdi As-Sayyid Ibrahim


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


عَنْ أُمِّ العَلاَءِ قَالَتْ : عَادَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيْضَةً، فَقَالَ : اَبْشِرِىْ يَا أُمِّ العَلاَءِ، فَإِنِّ مَرَضَ المُسْلِمِ يُذْ هِِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْ هِبُ النَّارُ خَببَثَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ

"Dari Ummu Al-Ala', dia berkata :"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. 'Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala'. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak". [1]

Rabu

Dalam dekapan Ukhuwah




بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَتُهُ
 
 
Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita; sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, sekokoh janji.. Dalam dekapan ukhuwah.


Kamis

☆ Di Balik Seraut Wajah ☆



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


اَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَتُهُ

Sahabat saudaraku fillah...Manusia memang memiliki beragam bentuk wajah. Namun di balik seraut wajah, Ibnul Qayyim membagi menjadi empat jenis yaitu :


1. Wajah yang berpadu dua keindahan yakni keindahan lahiriah dan keindahan batiniah ( lahiriah rupawan dan batiniah memiliki perangai dan perilaku yang baik )

MUTIARA HIKMAH SALAFUSH SHALIH


 
 
 
1. Ahmad bin Qudamah Rahimahullah berkata,"Ketahuilah, bahwasanya Allah azza wa jalla telah memberikan nikmat,berbuat baik dan membaguskan amalanmu, maka tidaklah layak bagi seseorang untuk bangga terhadap amalannya, tidak pula orang yang alim terhadap ilmunya karena semua itu keutamaan dari Alla azza wa jalla semata."(Mukhtashar Minhaj al-Qashidin hal. 257).
 

Selasa

bidadari bumi ,...



Ada 6 Ciri bidadari bumi antara lain :

1. Pancaran ketenangan dan keceriaan

Pancaran keceriaan dan ketenangan merupakan pancaran suasana hati.. Ketenangan ,keceriaan, dapat dirasakan oleh setiap orang yang hidup hatinya. Sebab cahaya dan kegelapan, kebaikan dan kejahatan di dalam hati ini seringkali terbias pada wajah dan mata. Kedua anggota tubuh ini (wajah dan mata) banyak sekali terkait dengan aktifitas hati

Rabu

Andai aku seperti sirup



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirup.

Selasa

cukup Dia saja tempat mengadu


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


 Sahabat ku, adakalanya..
kita  tak ingin berbagi kisah..
tak ingin mengungkap resah ..
cukup!! hanya Dia saja yang tahu isi hati kita..
cukup!! Dia saja tempat mengadu ..
 "Sungguh Dia Maha Mengetahui segala isi hati" (Q.S. 42:24)


Rabu

berguru pada Jibril


Penjelasan Imam An-Nawawi Hadits no.2 tentang Iman, Islam, Ihsan:
(hadits 61 dalam riyadhus sholihin)

Menurut pengertian bahasa, iman adalah membenarkan secara umum. Dan menurut pengertian syari’at, iman adalah ungkapan tentang pembenaran secara khusus, yakni percaya atau membenarkan Allah, malaikat-Nya, rasul-Nya, hari akhir, takdir yang baik maupun yang buruk. Sementara Islam adalah ungkapan tentang melakukan kewajiban, yakni tunduk kepada amal yang bersifat lahiriah. Sesungguhnya Allah membedakan antara Iman dan Islam dalam firman-Nya:
49:14 “Orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘kami telah beriman’. Katakanlah, ‘kamu belum beriman, tapi katakanlah, ‘kami telah tunduk.”


Jalan Cinta Para Pejuang



"jika kita menghijrahkan cinta ; dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah.Jika kita menghijrahkan cinta dari jatuh cinta menuju  bangun cinta maka cinta menjadi sebuah istana tinggi menggapai surga "

" resent post "