Senin

Maa wadda ‘aka rabbuka wamaa qalaa




بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


اَسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ


wahai para sahabat…
Ujian apakah yang sedang melanda dirimu saat ini.? Yang engkau ‘balut’ dengan senyuman.? Dan jika engkau sudah tidak kuasa menahan… Kau curahkan kepada orang- orang terpercaya… Atau melalui berbagai sarana dan media.?
 

Rabu

keutamaan MALU



Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama mengatakan bahwa malu hakikatnya adalah akhlak yang mengantar seseorang untuk meninggalkan kejelekan dan menghalanginya mengurangi hak-hak orang lain.”
Kami telah meriwayatkan dari al-Qasim al-Junaidi rahimahullah, ia berkata, “Malu adalah memerhatikan nikmat-nikmat (Allah) dan menganggap dirinya kurang (mensyukuri nikmat-nikmat tersebut). Dari keduanya terlahir rasa malu.”


mutiara hikmah & syair




SYAIR DARI ABUL ASWAD ADDU’ALI
يا أيها الرجل المعلم غيره *** هلا لنفسك كان ذا التعليم
أتراك تلقح بالرشاد عقولنا *** صفة وأنت من الرشاد عديم
لا تنه عن خلق وتأتي مثله *** عار عليك إذا فعلت عظيم
ابدأ بنفسك فانهها عن غيها *** فإذا انتهت عنه فأنت حكيم
فهناك ينفع إن وعظت ويقتدى *** بالقول منك وينفع التعليم

Selasa

Diam


 
Syeikh Abul Qasim Al-Qusyairy
                                            

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (H.r Bukhari Musliln dan Abu Dawud).


" resent post "