Selasa

SEMERBAK WANGI MASYITOH



Telah menceritakan kepada kami Abu Umar Adl Dhariri telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari 'Atho` bin As Sa`ib dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di malam aku di Isra'kan, aku mencium aroma yang sangat harum, aku lalu bertanya kepada Jibril;

"Wahai Jibril, aroma wangi apakah ini?"

Jibril menjawab; "Ini adalah aroma wanginya tukang sisirnya putri Fir'aun dan anak-anaknya."

Aku berkata; "Ada apa dengannya?”

Jibril menjawab;

"Suatu hari, ia menyisir rambutnya putri Fir'aun, tiba-tiba sisirnya terjatuh dari tangannya, lalu ia mengucapkan; "Bismillah, maka putrinya Fir'aun berkata;

" (maksudnya) Ayahku."

Ia menjawab; "Tidak, akan tetapi Tuhanku dan Tuhan Ayahmu adalah Allah."

Putrinya Fir'aun mengancam; "Aku akan memberitahukannya tentang itu!."

Ia menjawab; "Silahkan."

Maka putrinya Fir'uan memberitahukannya, lalu Fir'aun memanggil tukang sisirnya seraya berkata;

"Wahai Fulanah, apa benar engkau memiliki Tuhan selain diriku?"

Ia menjawab; "Ya, tuhanmu dan tuhanku adalah Allah."

Maka Fir'aun memerintahkan untuk di ambilkan patung sapi yang terbuat dari tembaga lalu di panaskan, kemudian memerintahkannya besarta ana-anaknya agar melompat ke dalamnya.

Tukang sisir itu berkata;

"Aku punya satu keperluan kepadamu."

Fir'aun berkata; "Apa keperluanmu?"

Ia menjawab; "Aku meminta agar engkau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang anak-anakku di dalam satu kain lalu menguburnya."

Fir'aun berkata; "Itu hakmu atas kami."

Lalu Fir'aun memerintahkannya agar melemparkan anak-anaknya di hadapannya satu per satu, hingga tinggal anaknya yang masih menyusu, ia tampak terpukul karena anaknya tersebut, tapi anak tersebut berkata;

"Wahai ibuku, tabahkanlah, sesungguhnya adzab dunia lebih ringan daripada azab Akhirat."
Maka ia pun tabah.
Ibnu Abbas mengatakan; "Ada empat orang yang dapat bicara diwaktu masih bayi, yaitu; Isa bin Maryam, temannya Juraij, saksinya Yusuf dan putra tukang sisir putri Fir'aun."

.... (HR Ahmad, no. 2682)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

" resent post "