tentang " bening embun pagi "


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ




~**~Aku Hanya Seorang Hamba-Mu, Ya Rabb...~**~
=======================================





Allahu Rabbi,,,, inginku untuk meneladani ummat-ummat terdahulu...
Para hamba yang menunduk taat kepada-Mu...

Kemudian ku sadari ya, Allah...
Aku tidaklah setegar Asiyah binti Muzahim, yang menyembunyikan keimanannya kepada-Mu dari seorang manusia yaitu suaminya yang menuhankan dirinya, Fir'aun...

Aku juga tidaklah sekuat dan seberani Masyitoh yang tetap mengagungkan-Mu meski suami dan anak-anaknya satu persatu mati di hadapannya atas kekejaman Fir'aun dan makamnya menebarkan aroma keharuman dalam surga-Mu....

Aku juga tidaklah setegar Siti Hajar yang rela ditinggalkan Nabi Ibrahim as di padang pasir seorang diri tanpa bekal yang cukup dengan menggendong bayi Ismail as yang masih merah... Kesabarannya mencari sumber mata air untuk menyelamatkan hidup putranya, seorang diri berlari antara bukit Safa dan Marwah... hingga Engkau menolongnya dengan air zam-zam....

Aku juga tidaklah sesuci Maryam yang menyerahkan hidupnya untuk mengabdi kepada-Mu di Baitul Maqdis... Yang tak tersentuh oleh lelaki manapun dari makhluk-Mu, namun dengan kehendak-Mu dari rahimnya lahir salah satu nabi yang menyampaikan wahyu-Mu....

Aku juga tidaklah sesholehah Siti Khadijah yang sangat mencintai-Mu dan kekasih-Mu, Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam , yang menyerahkan seluruh hartanya untuk menyiarkan Islam dan senantiasa menghibur kekasih-Mu dikala gundah...
Aku juga tidaklah secerdas 'Aisyah ra yang mendampingi Rasullullah Shalallahu alaihi wa sallam  dalam menyiarkan Islam dan senantiasa menjadi kawan dalam segala rasa...

Pun aku juga tidak sezuhud Siti Fatimah Az Zahra ra yang amat patuh dan taat kepada ayahandanya... hidup sederhana tanpa gemerlap harta dunia hingga wajarlah Engkau jadikan ia penghulu surga...


Allahu Rabbi, diriku hanyalah salah satu hamba-Mu yang menunduk lemah lagi hina.... menghampiri-Mu dengan segala dosa, salah dan khilaf.... yang terkadang masih saja kurang bersyukur kepada-Mu atas segala kenikmatan yang Kau beri tanpa terhitung lagi jumlahnya... yang juga masih kurang bersabar menghadapi sedikit ujian-Mu yang tidaklah seberat ujian ummat terdahulu...

Allahu Rabbi, sejujurnya aku malu... masih sering meratap dan mengadu kepada-Mu atas segala urusan duniaku... dan hanya sedikit lisanku meminta kepada-Mu untuk akhiratku...

Allahu Rabbi, dan aku pun malu karena kusadari kecintaanku kepada-Mu seringkali masih tidak lebih tinggi dari segala kecintaan duniawi...

Allahu Rabbi, aku sangat malu ketika kembali kepada-Mu dengan segala masalah duniaku dan segala keluh kesahku pada-Mu.... tapi, aku tidaklah memiliki tempat terbaik untuk bergantung, memohon dan meminta pertolongan selain kepada-Mu... hanya Engkaulah yang selalu setia mendengarkan segala keluh kesahku, membiarkan aku menumpahkan semua air mataku, dan mengadu kepada-Mu sejadi-jadinya... hanya Engkaulah yang tak pernah bosan mendengar pintaku yang itu-itu saja... hanya Engkaulah yang memberikan segala yang terbaik untukku...
menghiburku dengan segala kenikmatan dari sisi-Mu... menyapu air mataku dengan janji surga-Mu jika aku mau bersabar sejenak....

Allahu Rabbi, betapa malunya aku, bahwa selama ini aku hanya merapat kepada-Mu dikala aku sedang sedih atau kenyataan tak sesuai harapanku... lalu kemana aku ketika Engkau menghujani diriku dengan segala kenikmatan-Mu??? Kemanakah rasa syukurku kepada-Mu??? Itulah yang selalu membuatku semakin malu untuk berjumpa dengan-Mu...

Allahu Rabbi, mungkin aku selalu ingat dalam sedihku... tapi ternyata aku tak ingat ketika suka dan bahagia menghampiriku... kusadari, diriku masih sangat jauh untuk bisa meneladani ummat terdahulu... dan mampukah aku untuk menjadi ahli surga-Mu?? Bimbinglah aku ya, Allah...

“Wahai Tuhan kami! Curahkanlah kesabaran atas kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim.” (QS. al-A’raf: 126)

“Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan datangkanlah jalan keselamatan bagi kami.” (QS. al-Kahfi: 10)

“Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman, dan janganlah Kau tanamkan di dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr: 10)

“Wahai Tuhan kami! Sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah kami, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. at-Tahrim: 8)

“Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari api neraka.” (QS. al-Baqarah: 201)
“Wahai Tuhan kami! Janganlah Kau azab kami jika kami lupa atau bersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Kau timpakan atas kami beban yang pernah Kau bebankan atas orang-orang sebelum kami dan janganlah Kau bebankan atas kami apa yang kami tidak mampu untuk [memikul]nya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Tuhan kami. Maka, tolonglah kami [melawan] orang-orang kafir.” (QS. al-Baqarah: 286)

“Wahai Tuhan kami! Janganlah Kau sesatkan hati kami setelah Engkau memberikan hidayah kepada kami dan anugrahkanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi anugrah.” (QS. Ali ‘Imran: 8)

“Wahai Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosa dan keberlebihan kami dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami [melawan] orang-orang kafir.” (QS. Ali ‘Imran: 147)

Kabulkanlah Ya, Allah... aamiin...aamiin...aamiin ya Rabbal alamin...


~*dalam sendunya sore, penantianku,...* ~
~*pendamba setitis kasih-MU.................*.~

~* BENING EMBUN PAGI *~







                                                                             


Ada kesalahan di dalam gadget ini

" resent post "