Rabu

Jalan Cinta Para Pejuang



"jika kita menghijrahkan cinta ; dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah.Jika kita menghijrahkan cinta dari jatuh cinta menuju  bangun cinta maka cinta menjadi sebuah istana tinggi menggapai surga "


Satu kata cinta Bilal:
"Ahad!"
Dua kata cinta Sang Nabi:
"Selimuti aku...!"
Tiga kata cinta Ummu Sulaim:
"Islammu, itu maharku!"
Empat kata cinta Abu Bakr:
"Ya Rasulullah,saya percaya..!"
Lima kata cinta 'Umar:
"Ya Rasulullah, ijinkan kupenggal lehernya!"



Dari keterasingan agama ini bermula,
dan kepada keterasingan ia kembali.
Dunia begitu heran dengan keterasingan para penggenggam agama di jalan cinta pejuang.
Sejak dahulu, dunia memandang takjub cara hidup bertauhid.
"Apakah Tuhan itu hendak dijadikan satu saja?
Ini adalah perkara yang mengherankan!", kata mereka.
Tentang Rasul-Nya yang mulia, mereka berkomentar,
"Rasul macam apa ini yang memakan hidangan dan berjalan di pasar-pasar?"
Dan semakin geleng kepala mereka menyaksikan
perangkat-perangkat agamanya yang mencengangkan.

Dan kini pun, dunia memandang aneh jalan cinta kita.
Betapa aneh nikah tanpa pacaran,
..jilbab yang lebar menutup berkibar,
..jenggot yang rapi peni,
..cita-cita untuk mati,
..dan tak inginnya hidup menghamba pada kepentingan adikuasa yang telah menjadi kiblat dunia.
Jalan cinta pejuang betul-betul jalan yang asing.

Dan keterasingan itu berbuah penentangan.
Yaitu ketika dari jalan cinta pejuang kita bergerak,
..berusaha mengubah wilayah-wilayah publik
...yang diyakini penuh kerusakan dengan manhaj yang terang dan jelas
untuk menyelamatkan tatanan dunia.
Kita akan mendapati kesangsian, penentangan, dan perlawanan.
..atau juga simpati, kekaguman, dan pujian yang hanya sebatas itu.
..Salut tanpa dukungan..
Kesemuanya terasa bagai menggenggam bara di telapak tangan.

Kalau di jalan cinta ini, kita membuat orang kafir jengkel,
itu bukan salah kita..
Di jalan cinta ini kita hanya mencoba mencari ridha Allah.
Kita mencoba untuk menjadi tunas, berakar, tumbuh, dan mekar.
Dan kalau orang-orang kafir tidak terima, tidak suka,
..mungkin Allah memang menghendaki mereka tersiksa oleh kejengkelannya. (Q.S 48:29)
Atau mungkin mereka memang punya alasan tersendiri untuk memulai permusuhan itu.
Sebagaimana Syaithan yang selalu khawatir tak punya teman,
demikianlah keadaan orang-orang kafir yang gelisah tak menentu. (Q.S. 4:89)

Di jalan cinta para pejuang, dengan apa kita menghadapi musuh?
Tentu saja dengan cinta.
Karena cinta bukan hanya sekedar pelukan hangat,
belaian lembut, atau kata-kata penuh dayu.
Kita belajar apa itu cinta dari apapun yang ada di muka bumi.
..Dari cahaya matahari..
..Dari sepasang matahari...
..Dari sujud dan tengadah doa..
..Dari kebencian musuh, dari dengki dan iri para lawan..
..Dari ketidaktahuan orang yang ingkar dan dengilnya pikiran si munafiq..
Dari apapun!
Karena inilah jalan cinta para pejuang..

"Jangan kalian berhati lemah dalam mengejar musuh.
Jika kalian merasai sakit, maka mereka menanggungkan sakit pula sebagaimana kalian derita.
Dan kalian mengharap dari Allah apa yang tiada mereka harapkan.." (4:104)

Jalan Cinta Para Pejuang
Salim A.Fillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

" resent post "